I’m A Cat Person *purr…* : Si Mbok

Saya selalu suka kucing. Tapi dulu gak pernah berani deket². Geli dan takut dicakar. Waktu SD pernah diam² memasukkan anak kucing ke kamar, yang akhirnya ketauan ibu dan harus dibuang. Sejak itu, gak pernah lagi kepikiran buat pelihara kucing.

image

Si Mbok

Sampai… Si Mbok dihibahkan begitu saja di teras rumah suatu malam, bersama lima anaknya yang baru lahir. Melihat bayi² kucing membuat saya jadi sayang. Lalu, jadilah saya jatuh cinta sebenarnya. Anak² Si Mbok tidak ada yang survive, tapi induknya pelan² jadi bagian dari rumah kami. Dia selalu duduk di teras, kadang menunggu saya membuka pintu untuk menyusup ke dalam dan tidur di dekat kipas angin. Si Mbok manja dan jinak. Tidak pernah menggeram, mencakar, apalagi menggigit. Bahkan waktu saya mandikan dengan paksaan pakai shampoo anti kutu. Dia cuma berusaha kabur tapi tidak menyerang. Luka menganganya saya obati dan balut.

Sekarang dia sedang hamil lagi. Entah siapa pasangannya. Di kompleks ini ada tiga kucing jantan dengan temperamen berbeda.
Pertama, kucing yang perawakannya mirip American Shorthair. Tulangnya besar, gagah, warna bulunya putih abu², dan sangat lembut. Dia suka mendekati Si Mbok tapi tidak pernah memaksa. Tidak pernah mengeong keras meskipun di’tampar’ Si Mbok.
Kedua, kucing kampung yang mukanya sangar. Badannya tinggi kurus, bulunya abu². Kasar, suka langsung menggigit tengkuk Si Mbok dan mengejarnya kemana². Suaranya keras dan suka menggeram.
Ketiga, kucing takhayul warna hitam full. Ekornya pendek dan suka mengajak Si Mbok naik genteng.
Ketiganya potensial mengawini Si Mbok.

Kami merasa Si Mbok dulunya kucing rumah yang kemudian entah bagaimana berakhir di jalanan. Soalnya dia jinak banget. Hidupnya keras. Berkali² hamil dan melahirkan tanpa pendampingan si jantan atau manusia. Kami senang bisa menyediakan makan dan minum teratur untuk kehamilannya yang sekarang. Lukanya mulai sembuh. Mudah²an anak²nya yang sekarang lahir sehat dan Si Mbok mau membesarkan mereka.

Sore Melankolis

image

Cahaya sore yang menerobos miring lewat jendela itu selalu indah. Selalu minta dipandang. Lalu difoto. Lalu dipost di blog :p

Ada yang bilang, kalau mau tau apa yang seseorang tidak mau kehilangan, lihatlah foto2 yang ia buat. Pada dasarnya pasti kenangan. Tapi tentang apa? Keluarga, pertemuan, makanan, saat2 indah… dan saya menyimpan banyak foto sinar matahari – ternyata.

6/14: cinta luar biasa

kamu membuatku percaya bahwa memang ada cinta pada pandangan pertama.
aku ingat sekali, yang pertama kubilang adalah, “hai, sayang…” saat kamu hadir di hidupku.

aku sayang kamu. cinta, melebihi kata.
sampai kadang dada ini sesak rasanya.
aku melihat diriku di dalam kamu, seperti bercermin.
tapi kamu lebih baik dari aku.
darimu aku belajar memaafkan dengan cepat, melupakan masalah, bicara apa adanya.

kita tidak selalu bilang “i love you”
tapi perhatianmu sudah lebih dari kata-kata macam itu.
kalau aku capek dan lebih banyak diam, caramu melihat jauh ke dalam mataku membuatku ingin menangis. caramu itu bilang banyak hal. “istirahatlah dulu, aku nggak papa sendirian sebentar.” katamu tanpa bicara.

kamu lucu, cerdas, cantik. aku suka wangi rambut dan kulitmu.
aku suka caramu membuatku tertawa begitu saja.
aku suka caramu menjelaskan sesuatu. jelas dan padat dengan suaramu yang kecil.
aku suka rasa tubuhmu dalam pelukanku. begitu pas dan nyaman. mengingatkanku pada sembilan bulan kita secara fisik tidak terpisahkan.

tak akan habis cintaku padamu.
tapi kita sama-sama tahu, “selamanya” bukanlah milik kita.
dan meskipun aku sering kali keras padamu dan tidak suka bermanja-manja,
percayalah…kamu jantung hati ibu.
selalu.