Sore Melankolis

image

Cahaya sore yang menerobos miring lewat jendela itu selalu indah. Selalu minta dipandang. Lalu difoto. Lalu dipost di blog :p

Ada yang bilang, kalau mau tau apa yang seseorang tidak mau kehilangan, lihatlah foto2 yang ia buat. Pada dasarnya pasti kenangan. Tapi tentang apa? Keluarga, pertemuan, makanan, saat2 indah… dan saya menyimpan banyak foto sinar matahari – ternyata.

6/14: cinta luar biasa

kamu membuatku percaya bahwa memang ada cinta pada pandangan pertama.
aku ingat sekali, yang pertama kubilang adalah, “hai, sayang…” saat kamu hadir di hidupku.

aku sayang kamu. cinta, melebihi kata.
sampai kadang dada ini sesak rasanya.
aku melihat diriku di dalam kamu, seperti bercermin.
tapi kamu lebih baik dari aku.
darimu aku belajar memaafkan dengan cepat, melupakan masalah, bicara apa adanya.

kita tidak selalu bilang “i love you”
tapi perhatianmu sudah lebih dari kata-kata macam itu.
kalau aku capek dan lebih banyak diam, caramu melihat jauh ke dalam mataku membuatku ingin menangis. caramu itu bilang banyak hal. “istirahatlah dulu, aku nggak papa sendirian sebentar.” katamu tanpa bicara.

kamu lucu, cerdas, cantik. aku suka wangi rambut dan kulitmu.
aku suka caramu membuatku tertawa begitu saja.
aku suka caramu menjelaskan sesuatu. jelas dan padat dengan suaramu yang kecil.
aku suka rasa tubuhmu dalam pelukanku. begitu pas dan nyaman. mengingatkanku pada sembilan bulan kita secara fisik tidak terpisahkan.

tak akan habis cintaku padamu.
tapi kita sama-sama tahu, “selamanya” bukanlah milik kita.
dan meskipun aku sering kali keras padamu dan tidak suka bermanja-manja,
percayalah…kamu jantung hati ibu.
selalu.

5/14: Hello, stranger.

Dear kamu, penerima surat yang aku larung dalam botol ini,

Aku berharap kamu tinggal di sebuah pulau yang tak terjamah listrik tapi kamu pandai membaca dan menulis. Mungkin kamu tidak bisa membalas surat ini, atau mungkin kamu bersikeras untuk membalas tapi aku tidak akan pernah membacanya. Jadi anggap saja surat ini seperti perjalanan satu arah; tanpa karcis untuk pulang.

Kamu sedang apa waktu menemukan botol ini? Aku membayangkan kulitmu coklat terbakar matahari seperti yang untuk yin pada pasir pantai. Mungkin kamu sedang menikmati tenggelamnya matahari, pemandangan yang tiap hari bisa kau lihat tanpa susah payah tapi tetap dan selalu menjadi keajaiban buatmu. Berapa umurmu? Aku sudah tiga puluh dua :D Tapi, biar aku beritahu satu rahasiaku, melarung surat dalam botol adalah salah satu impianku sejak kecil. Aku selalu punya kecenderungan untuk berkomunikasi dengan orang tidak dikenal, tapi tidak secara langsung. Aku tidak pandai mengobrol, tapi senang menulis. Mungkin itu sebabnya aku punya banyak sahabat pena, dulu.

Aku berharap kamu punya banyak buku di rumah, meskipun rumahmu jauh sekali dari kota. Seperti Rapunzel. Kamu tahu Rapunzel? Dia adalah puteri yang diculik nenek sihir lalu dikurung di menara. Dia jauh dari siapa-siapa, tapi punya banyak buku untuk dibaca. Mungkin ayahmu nelayan yang sesekali pergi ke pasar untuk menjual ikan lalu membawakanmu beberapa buku saat kembali ke pulau. Mungkin buku-buku yang kamu baca membuatmu ingin sekali bisa pergi ke tempat-tempat yang tergambar di situ. Semoga suatu hari kamu bisa berpetualang dan melihat dunia. Tapi, kamu harus tahu, beberapa tempat tidak seindah bayangan kita. Yang pasti, tidak seindah pulaumu yang tenang bersih dengan langit biru dan bentangan laut tanpa batas. Mungkin kamu belum pernah bertemu orang jahat seumur hidupmu, dan aku harap tidak akan pernah.

Siapa namamu? Namaku Annisa. Artinya wanita. Haha, iya, nama yang terlalu apa adanya, tapi tahukah kamu, namaku punya kedalaman yang tak terhingga. Aku yakin namamu indah dan punya arti yang sangat dalam. Apakah kamu perempuan? Laki-laki? Aku punya satu adik laki-laki, tapi kami tinggal berjauhan. Dan… kami tidak pernah terlalu akrab. Aku harap, kalau kamu punya saudara, kamu dekat dengan mereka seperti darah dan jantung. Saling menyemangati dan membersihkan dalam menjalani hidup.

Aku suka mengumpulkan pasir pantai. Disimpan dalam botol, lalu dipajang. Juga cangkang kerang. Mungkin ini membuatmu tertawa karena dua benda itu berlimpah di sekelilingmu. Tapi mewah untukku. Seandainya kita bisa bertemu, aku akan minta sebotol pasir dari pantaimu. Aku tinggal di pinggiran Surabaya, kota besar di timur pulau Jawa. Sesak asap knalpot. Udaranya panas dan lengket karena juga dekat pantai. Orang-orang bicara bahasa yang cuma bisa kupahami tapi tidak bisa kuucapkan. Seperti apa bahasa di pulaumu?

Aku penasaran, seandainya suatu hari kita bertemu entah dimana, akankah kita saling mengenali?

Semoga harimu indah :)

-A n n i s a-