shorty

angin-anginan

hujan baru saja berhenti. saya mendengar suara angin di balkon depan kamar, berjingkat lalu berlarian di genteng seng.

saya selalu merasa ada hantu ketika angin menjadi langsing dan menyusup lewat celah-celah jendela nako dan menyentuh saya dari belakang. seperti nyawa kesepian yang menular, yang mengajak.kadang-kadang ia cuma hadir di telinga, sampai saya harus menarik selimut sampai lewat kepala.

tapi malam ini angin cuma sepasang kaki yang tak mau pergi dari depan kamar saya. terbayang seperti sendal karet tapi bukan sepatu balet. terseret, berisik. angin yang menyamar jadi maling. mana yang lebih baik? hantu atau maling? sama-sama dingin, tapi hantu tidak ceroboh. hantu tidak meninggalkan jejak untuk diperiksa CSI lalu ditangkap ketika sedang menghitung uang hasil penjualan barang curian.

saya mau angin yang berhembus di sore yang panas, bukan di malam sesudah hujan. angin yang membuat rambut saya acak-acakan dan menenangkan ketika duduk di genteng, bukan yang terasa seperti hantu atau maling. angin yang menerbangkan aroma aftershave kamu ketika kita duduk bersebelahan di pagi hari sesudah kamu mandi, bukan yang mengatakan kamu pergi dan saya kehilangan.

One thought on “angin-anginan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s