shorty

tentang mencintai Indonesia

ada saat-saat dimana saya ingin meninggalkan negara berpolitik busuk ini dan mencarikan tempat yang lebih baik untuk Esha bertumbuh kembang. Indonesia silakan hancur bersama pemimpin-pemimpinnya yang sudah kehilangan nurani sementara saya pergi, meskipun disini saya lahir dan tumbuh dengan kecukupan yang sejatinya adalah nikmat yang tidak seharusnya saya abaikan. sampai kemudian Yang Mahasegala ‘membangunkan’ negeri ini dari individualisme-nya dengan cara-Nya yang dahsyat.

saya bukan siapa-siapa. tapi tegakah saya meninggalkan negara ini saat orang-orang lain yang berbagi tanah-air yang sama sedang kehilangan anggota keluarganya, tempat tinggalnya, mata pencahariannya, dan semua yang berharga untuk mereka? lalu apa bedanya dengan politisi-politisi yang saya anggap buruk hati itu?

dan, kemudian, saya tau saya mencintai Indonesia. sebagai dirinya sendiri. sebagai alam yang luar biasa, kultur yang kaya… sebagai ‘akar’ yang sederhana di desa-desa. masa bodoh dengan mereka yang berbondong-bondong studi banding ke Itali saat rakyatnya berdesakan di penampungan. negara ini akan baik-baik saja tanpa mereka.

saya akan disini saja. mengembalikan diri saya hanya ke tanah yang saya pijak ini. tidak banyak yang saya bisa lakukan sekarang. tapi mudah-mudahan dengan berkumpulnya bantuan-bantuan yang tidak banyak ini semua bisa kembali bangkit dan merancang akhir yang baru untuk Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s