poem · romance

Preambule

Ketika pagi datang, malam meninggalkan jejaknya di tubuhmu. Dingin dan lembut.

Berbaur dengan aroma hujan yang seperti sesuatu diantara langit dan bumi, helai-helai rambutmu adalah asap bunga lotus yang habis terbakar semalam.

Aku bergemerisik hati-hati di balik punggungmu, tak ingin berjarak atau kehilangan satu hembusan nafaspun. Memendam diriku sendiri disana.

Dan diantara matahari terbit dan saat kamu membuka mata adalah sepuluh menit yang mecadangkan oksigen dan energi untukku sepanjang hari.

 

hari ke-duapuluhsembilan dari 365

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s