ABC mini challenge · shorty

B untuk Bandung

Saya lahir dan dibesarkan dan praktis menghabiskan dua puluh lima tahun pertama kehidupan saya disana. Saya selalu mencintai Bandung, bahkan sampai saat ini. Udaranya, pemandangannya, tempat-tempat menyepinya, makanannya, kehangatannya, dan kenyataan bahwa sangat mudah berkeliling kota ini dengan nyaman. Sejak kecil saya selalu tinggal di daerah tinggi, dimana paginya seringkali berkabut dan dingin, dan disana saya menghabiskan begitu banyak waktu di kamar dengan jendela besar yang menghadap ke Gunung Tangkuban Parahu, skylight kecil yang sisi-sisinya ditumbuhi grapevine milik tetangga belakang, dan balkon sempit yang sisi kirinya menyentuh atap rumah dimana saya biasa duduk menikmati matahari terbenam. Saya selalu merindukan keluarga, rumah, kamar, dan kota yang saya tinggalkan itu.

Ketika saya mulai bisa mengendarai scooter matic, sepulang kerja dan akhir minggu adalah waktu untuk menjelajahi Bandung sendirian. Memotret di Dago Pakar, minum kopi di Daily Caffeine (sekarang sudah tutup😦 ), menikmati semangkuk mie yamin asin di Jalan Jaksa, baca buku bagus dan gratis di perpustakaan STBA Yapari, memotong pendek sekali rambut saya di Fora, atau hanya duduk menikmati landscape di Dago Tea House. Semuanya begitu mudah, begitu nyaman dan aman. Menikmati Bandung seorang diri tidak pernah membosankan atau menyedihkan, tapi bikin kangen🙂

Dulu saya pernah berpikir tidak akan pernah meninggalkan Bandung. Saya akan menikah dengan jajaka Bandung, melahirkan anak-anak kami dan membesarkan mereka di Bandung, dan hidup bahagia sampai akhir hayat di kota yang sama. Tapi, memang, jodoh tidak pandang bulu. Akhirnya, pindahlah saya ke Surabaya. Ribuan kilometer dari kota yang sangat saya cintai. Mungkin benar kata joke yang bilang “orang Bandung ga akan kemana-mana. pasti balik lagi. makanya namanya balik-balik lagi kayak Ajat Sudrajat, Asep Gumasep.” (nama yang digunakan hanya fiktif belaka. bila ada kesamaan, hanya kebetulan. don’t take it personal😀 ). Hati saya tertinggal di Bandung.

Tapi sekarang, dua kekasih saya sudah mengambilnya dan menyimpannya baik-baik di rumah kami dan Bandung adalah tempat menyepi milik kami bersama🙂

hari ke-39 dari 365

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s