ABC mini challenge

M untuk Menulis

Saya selalu ingin jadi penulis dan menikmati menulis, tapi tidak pernah yakin apa saya benar bisa menulis dengan baik. Semua hasil tulisan saya sejak SD masih tersimpan rapi dan sering saya baca-baca lagi untuk ditertawakan sendiri. Waktu masih kecil, tulisan saya kebanyakan fiksi petualangan yang panjaaaaang dan kadang-kadang tanpa akhir. Pasti karena saya banyak baca Lima Sekawan, Trio Detektif, dan serial Pilih Sendiri Petualanganmu. Gaya berceritanya pun naratif dan kadang-kadang terlalu banyak deskripsi mendetil yang tidak penting tapi menyenangkan untuk ditulis. Cerita-cerita itu tidak pernah dibaca siapapun kecuali saya. Menjelang SMP, saya mulai langganan majalah-majalah remaja dan pelan-pelan beralih jadi penulis cerpen. Saat itu ada beberapa teman yang tau saya suka menulis dan kadang-kadang ikut membaca cerpen yang baru selesai saya tulis. Mereka bilang bagus dan saya harus coba mengirimkannya ke majalah. Butuh waktu lama untuk percaya bahwa cerpen saya layak dikirim. Beberapa sudah di-tik, dimasukkan amplop coklat, dibubuhi perangko, tapi akhirnya menumpuk saja di meja belajar. Ada satu yang menurut saya paling bagus dan sudah dikirim, tapi tidak pernah ada kabar tentangnya dan itu adalah pertama dan terakhir kalinya saya mengirimkan tulisan saya untuk diterbitkan. Yeah, go on and call me a quitter. Tapi saya cuma berhenti mengirim, bukan berhenti menulis. Mungkin saat itu gaya tulisan saya tidak punya pribadi. Kesana-kesini terpengaruh apa yang baru saya baca lalu cenderung picisan. Dalam rentang waktu itu juga saya pertama kali membaca cerpen Dewi Lestari di majalah MODE yang judulnya Rico de Coro. Saat itu saya langsung jatuh cinta pada caranya bertutur, diksi-nya, imajinasi dan fantasi-nya…

Dee akan selalu jadi salah satu penulis idola saya selain Ayu Utami dan Chuck Palahniuk. Ada sesuatu tentang cara mereka memilih kata. Sederhana tapi sangat mengena. Tapi saya tidak pernah jatuh untuk Fira Basuki. Mungkin karena saya tidak pandai menerjemahkan simbol dan perumpamaan, karena saya lebih suka sistem WYSIWYG (What You See Is What You Get) dan diksi yang tidak ‘keriting’ tapi menusuk.

Ketika SMA saya mulai banyak lagi menulis puisi. Di masa yang penuh kegalauan dan ketidakjelasan ini saya justru mulai menemukan cara paling nyaman untuk menulis dan thank God for internet, karena akhirnya saya bisa ‘menerbitkan’ tulisan saya tanpa harus minta persetujuan dari orang lain😀 Kalau suka ya silakan baca, kalau tidak ya skip saja. Menyenangkan untuk tau bahwa dari awal saya mulai mem-post tulisan saya di internet hingga sekarang ada beberapa orang yang tidak saya kenal ikut membaca, meninggalkan komentar, dan bahkan menulis e-mail tentang tulisan-tulisan saya. Saat kuliah dan masih pacaran dengan suami saya, dia yang pertama kali mencetak tulisan saya -serius- dalam bentuk booklet. Ceritanya ya tentang kami dalam bentuk fiksi dengan banyak andai-andai. Hahaha. Itu adalah milestone terbesar dalam sejarah penulisan saya🙂

Teman-teman terdekat adalah pembaca dan pendukung terbaik tapi kadang sungkan memberikan kritik. Maka saya tidak pernah tau apakah tulisan saya betulan bagus atau sebenarnya GeJe. Tentu saya menikmati apa yang saya tulis dan terbitkan, tapi ketika keinginan untuk mencetak itu muncul, saya tidak pernah yakin. Betul, sekarang semua orang bisa membuat buku, kalau mau. Banyak penerbit independen yang mau bantu mencetak. Tapi apakah saya bahkan cukup layak untuk itu? Ini adalah saat ketika saya berdiri di pingir jembatan dengan kaki terikat. Yang harus saya lakukan hanya melompat saja dan percayakan yang lainnya pada Gusti Nu Agung. Jangan kuatir tentang tali yang mungkin putus, posisi jatuh yang salah perhitungan dan sebagainya. Lompat saja karena saya sudah di pinggir dan merasa siap. Kalau tidak pernah berani untuk mencoba, saya tidak akan pernah tau akhir dan kelayakan mimpi seumur hidup saya ini.

Jadi… melompat saja sekarang?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s