prose · romance · shorty

fiksi tentang sore

dalam ingatanku, di tempat itu, waktu terhenti pada setengah jam sebelum matahari terbenam. ketika langit berwarna oranye lembut. ketika dinding belakang rumah2 mulai dingin sementara halaman depannya masih hangat. lampu2 teras mulai dinyalakan, berpijar kuning tak nyaman. orang2 pulang pada hangat secangkir teh dan pelukan anak2 mereka.

dalam ingatanku, waktu selalu terhenti pada setengah jam sebelum matahari tenggelam. ketika kita duduk di bukit memandang kota yang mulai meluruskan punggungnya. ketika tangan kita saling menggenggam seolah berpegangan pada rasa percaya bahwa kita memang tak akan bersama tapi akan selalu ada untuk berdua. ketika angin menyampaikan aroma air matamu dalam diam dan memelukku dengan wangi mint yang selalu kau simpan di balik saku jaketmu.

dalam ingatan yang tak ingin kubangkitkan lagi, waktu terhenti pada saat ketika kamu menguap bersama sore. ketika orang2 pulang pada hangatnya rumah dan aku pada dinginnya setengah nyawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s