photography

30DPC – Day 9: Slow Sync Flash

Built-in flash yang ada di kamera seringnya bukan sumber cahaya yang enak untuk dilihat. Bayangan yang dihasilkannya kasar. Slow sync flash bisa jadi pilihan penggunaan flash yang lebih ‘lembut’.

Ide dari pengaturan ini adalah: menangkap satu detik yang jelas lalu sisanya adalah trail/jejak. Penggemar light painting sudah pasti selalu menggunakan slow shutter speed, tapi tanpa flash. Nah, slow sync flash bisa menciptakan efek yang sama cantiknya dengan tambahan ambience light di belakang painting. Objeknya sudah pasti harus bergerak. Misalnya di konser, fokusnya si vokalis, SSF ini akan menangkap jelas pose terakhir si penyanyi saat shutter menutup berikut jejak lampu dan gerakan selama -katakanlah- 5 detik exposure. Keren kan?

Ini versi saya:

Harusnya sih berusaha bikin tanpa lampu biar efek SSF-nya kerasa. Well, setidaknya tangan saya terlihat karena ada ambience light yang tertangkap :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s