romance

a minute (and a half) in silence

hal-hal luar biasa kadang-kadang berawal dari ketidaksengajaan. seperti waktu saya tiba-tiba bertemu Rhythm 0. ini adalah salah satu performance dari seorang artis perempuan yang berbasis di New York. namanya Marina Abramovic. seperti performance artist pada umumnya, dia tampil di depan publik untuk… ya melakukan aksi yang dia sebut sebagai ‘piece’. tapi, Marina terkenal dengan pieces yang menyerempet bahaya karena tidak membuatkan batas antara dia dengan penonton/partisipan. di Rhythm 0 ini, dia berdiri di depan sebuah meja yang diatasnya sudah tersedia lebih dari 40 benda, mulai dari bulu burung sampai pistol dan peluru. untuk apa? untuk digunakan oleh partisipan pada Marina. dia akan berdiri diam selama  6 jam dan membiarkan siapa pun melakukan apapun dengan benda-benda di atas meja itu. piece yang akhirnya jadi semacam analisa mental ini menyimpulkan bahwa orang cenderung menyimpan kekerasan di dalam diri mereka jika berhadapan dengan pihak yang defenseless. begitu 6 jam berlalu dan Marina bergerak menuju orang-orang yang tadi sudah berani seenaknya, mereka semua lari menghindari konfrontasi. demikianlah manusia.

tapiiii… yang ingin saya ceritakan di post ini bukanlah piece yang itu. jadi, setelah saya tertegun oleh Rhythm 0, saya pun mencari-cari lebih banyak lagi pieces dari Marina Abramovic. dia sudah melakukan banyak performance sejak tahun ’70-an sampai sekarang. umurnya sudah 66 tahun tapi tidak tampak seperti seusianya. muda, energik, cantik. sepanjang perjalanan karirnya itu, dia tidak selalu bekerja sendirian. yang paling fenomenal adalah 12 tahun yang dia habiskan bersama Ulay, seorang pria yang juga performance artist dari Jerman. mereka pertama bertemu pada tahun 1976, dan Marina bilang mereka langsung jatuh cinta. selama 12 tahun itu mereka melakukan 8 pieces bersama. dan seluruhnya bukan penampilan biasa. mereka seperti satu jiwa yang dibelah dua dan menjadikan ini sebagai dasar dari pieces-nya dengan Ulay. seperti Rest Energy, dimana mereka berdiri berhadapan sambil memegang busur dan anak panah. ujung panah mengarah tepat ke jantung Marina yang memegang ujung lengkung, sementara Ulay memegang tali busur-nya. lalu mereka saling mencondongkan badan ke arah berlawanan. jika Ulay melepas tali busur, mungkin Marina mati. performance ini hanya berlangsung selama 4 menit, tapi bayangkan kepercayaan yang ia letakkan di tangan Ulay *sighs*. mereka juga melakukan Breathing In / Breathing Out, dimana mulut mereka saling mengunci dan udara yang mereka gunakan untuk bernafas hanya yang mengalir bolak-balik diantara mereka, sampai oksigen habis menyisakan karbon dioksida saja di paru-paru keduanya lalu mereka sama-sama pingsan.

what on earth.

bayangkan 12 tahun melakukan hal-hal semacam ini. dua orang kekasih yang menghabiskan 12 tahun sekedar ngobrol-ngobrol dan nonton film tiap akhir minggu saja mungkin sudah merasa sangat terikat. apalagi ini? tapi, seperti juga banyak cerita cinta lainnya, hubungan mereka tidak berakhir baik. tahun 1988 mereka melakukan The Great Wall Walk sebagai piece terakhir berdua. idenya adalah mereka akan berjalan di sepanjang Tembok Besar Cina, dari dua ujung yang berbeda – Ulay dari Gurun Gobi dan Marina dari Yellow Sea, untuk kemudian bertemu di tengah. delapan tahun sebelumnya, mereka ingin bertemu di tengah untuk menikah. tapi ketika menunggu perizinan dari pemerintahan Cina selama 8 tahun itu, hubungan mereka merenggang. akhirnya piece terakhir itu menjadi perpisahan dan bukan pernikahan. bertemu di tengah, saling mengucapkan selamat tinggal, dan tidak berjumpa lagi.

tahun 2010 lalu, di Museum of Modern Art New York, Marina melangsungkan sebuah piece yang panjang. judulnya ‘The Artist is Present’. Marina duduk di lobby museum lantai dua selama 3 bulan, setiap hari dari saat museum buka hingga tutup, tanpa istirahat. pengunjung museum bisa berpartisipasi dalam piece itu dengan duduk di hadapan Marina untuk saling bertatapan dengannya selama yang mereka inginkan. beragam reaksi terjadi. yang paling viral adalah dokumentasi pengunjung yang menangis saat melakukan ‘meditasi’ ini. galerinya bisa kamu lihat di http://marinaabramovicmademecry.tumblr.com . nah, laluuuu… di malam pembukaan performance ini, Ulay datang sebagai kejutan. dia diam-diam menyelinap diantara pengunjung lalu duduk di hadapan Marina. pertemuan pertama setelah 22 tahun. ketika Marina mengangkat wajahnya, membuka matanya dan melihat Ulay disana… tontonlah video ini:

sedikit banyak, saya tau rasanya seperti apa. seperti meledak di dalam. terlalu banyak yang ingin dikatakan sampai kata-kata sudah tidak bisa lagi mewakili rasa. i miss you. i’ve been thinking of you. are you well? where have you been? please stay, don’t go… tapi pertemuan itu hanya berlangsung kurang dari dua menit, dalam diam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s