prose · womanhood

PhotoTherapy

image

Memotret adalah meditasi buat saya. Menenangkan. Saat dunia sudah terlalu bising dan pengap, saya pergi memotret. Tidak perlu jauh-jauh ke gunung atau pantai. Cukup di halaman depan dan belakang atau bersepeda sebentar ke luar kompleks melihat sawah luas membentang. Menyenangkan diri sendiri lewat foto-foto yang bagus menurut saya sendiri (kebebasan fotografi yang murni adalah ketika kamu berhenti berpikir “orang-orang bakal suka foto ini nggak, ya?”)

Memotret itu menyenangkan, menenangkan. Bisa melihat hal-hal indah di mana-mana itu seperti relaksasi. Saya suka menikmati sunflare yang hilang-timbul diantara dedaunan ketika diboncengi suami menjelang sore, mendekat ke rerimbunan untuk melihat detil tulang daun, memperhatikan gerombolan bunga rumput berwarna keemasan saat golden hour, display toko-toko, tukang cukur yang menunggu pelanggan di depan cermin, langit yang berubah-ubah.. dunia seperti film. Dunia adalah potongan-potongan gambar cantik tanpa kebisingan. Hanya lantunan piano jazz di latar belakang.

Saya mencintai fotografi karena ia memberi saya media untuk mengawetkan kenangan tentang adegan-adegan menenangkan. Dunia berbahasa gambar yang tidak butuh penilaian. Seperti buku harian.

Thank God for the invention of camera🙂

3 thoughts on “PhotoTherapy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s