bahasa Indonesia · romance

4/31 – Kenangan Masa Kecil

Jadi anak-anak adalah salah satu masa paling menyenangkan dalam hidup saya. Diberkahi orang tua dan keluarga besar yang luar biasa, saya cuma menyimpan rasa manis dari masa itu 💕

Saat masih tinggal di rumah kakek, setiap sore kami -saya dan dua sepupu laki2- dapat jatah sebungkus permen jahe dan satu tingting kacang segitiga sesudah mandi. Tingting paling enak selamanya. Jaman dulu juga belum ada gadget dan sebangsanya. Saya menghabiskan waktu main masak2an pakai tanah, daun, dan buah kersen. Waktu nenek masih hidup, saya biasanya menemani beliau merajut di kursi malas saat sore. Pukang sekolah, naik pohon jambu batu di depan rumah lalu sok piknik disitu bersama teman-teman.

Ketika kami pindah rumah ke rusun dan tinggal di lantai tiga, saya dapat kamar sendiri yang view-nya mengarah ke lapangan sepak bola. Waktu itu saya kelas satu SD. Setiap bulan ada pagelaran layar tancep alias misbar di lapangan itu. Dengan kemewahan view dari kamar saya 😂 kami bisa nonton tanpa perlu kuatir kehujanan. Filmnya ya film Indonesia 80-an yang saya tidak ingat lagi.

Di rumah itu juga ibu saya sering memutar kaset Vina Panduwinata, Fariz RM, dan sebangsanya. Hari2 terasa sangat hangat di rumah kecil itu. Saya selalu ingin kembali kesana atau setidaknya tinggal di rumah yang bentuknya sama 😁 ah, sentimental fool…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s