poem · romance

Preambule

Ketika pagi datang, malam meninggalkan jejaknya di tubuhmu. Dingin dan lembut. Berbaur dengan aroma hujan yang seperti sesuatu diantara langit dan bumi, helai-helai rambutmu adalah asap bunga lotus yang habis terbakar semalam. Aku bergemerisik hati-hati di balik punggungmu, tak ingin berjarak atau kehilangan satu hembusan nafaspun. Memendam diriku sendiri disana. Dan diantara matahari terbit dan… Continue reading Preambule

poem

Musim Angin

Menjelang sore, akhir-akhir ini, angin bermain seruling di belakang rumah. Lewat sepasang pohon cemara yang bergerak harmonis. Lalu ia berdenting di genta angin dan menyusup ke balkon merambati antena televisi. Saya suka ketika ia sepoi-sepoi melilit hawa panas dan membiarkan kami tidur siang dengan nyaman. Diiringi orkestra-nya. Tapi, kadang-kadang, ia meradang. Serulingnya hilang berganti jeritan.… Continue reading Musim Angin