I am BuzzFed

Do you have a favorite media?
I grew up with magazines. Read Bobo and Aku Anak Saleh as a kid, Kawanku and Mode as a teenager, then random monthlies as I got older. Liked indie magz and tabloids too. Paper feels good, not to mention you can cut the pages and make awesome collages. InkBlot Magazine was my first favorite internet media. They covered mostly music and bands, and it wasn’t too crowded yet that you could actually get to chat with the writers. Pretty cool.

image

Today’s media? Mostly trash-filled. And, sadly, people actually read and believe in them then turned into zombies.

I like BuzzFeed’s YouTube channel, though. The nice side, which is BuzzFeed Violet. It’s actually intended for younger viewers who are singles, but I can enjoy it just as much. You can also find other colors of BuzzFeed for more mature viewers about marriage, pregnancy, etc. Or if you like science and experiments, they have the blue channel. So, yeah, violet is my color. They cover all about personalities – which I always have interest in. I like that I get to say “oh I can relate to that.” or “I know how it feels.”

The fact that BF is a very cool and warm place at the same time really grows on me. It’s like a small melting pot in there. People with different beliefs from different backgrounds work together to tell the world it’s cool to be different. You are what you are but will always be a piece of puzzle to complete the big picture. They promote positive vibes, and it feels good to read the comment sections and find people NOT making a big deal about differences and actually reapect each other (instead of hating and trashtalking). Most of BF fans are relatively young, so it’s awesome that they actually follow media that gets them to love each other and themselves as what they are. It feels like my faith in media is restored.

Nala & Anak-Anak

image

Nala saya adopsi waktu umurnya 3 bulan. Kucing kecil yang lulut 😘 Waktu masuk umur 7 bulan, dia mulai birahi dan suatu pagi lompat lewat jendela untuk kawin dengan kucing preman komplek. Tanpa persetujuan saya, tentunya 😒. Cuma butuh satu menit yang mantap untuk bikin Nala hamil. Ya sudahlah… Padahal sudah ada delapan meong di rumah 😥

Sepanjang ingatan saya, cuma Nala kucing betina yang kelihatan sangat cantik saat hamil. Sexy. Tanggal 10 April, lahirlah empat kitten lucu dengan lancarnya. Waktu Misty melahirkan, dia panik dan clueless. Tapi Nala dengan kalemnya masuk ke kardus yang sudah saya siapkan, dan begitu anaknya keluar langsung dia bersihkan dan potong ari2nya. Tidak ada plasenta dan selaput yang berceceran, semua anaknya bersih dan langsung menyusu. Saya terharuuu 😭 Kucing lokal memang terbukti tahan banting & adaptif.

Sekarang anak-anaknya sudah umur satu bulan. Sudah mulai berkeliaran, bereksplorasi, dan mencicip makanan & minuman induknya. Selama bulan pertama, Nala mengurus anak2nya seperti ibu yang baik. Tidak pernah memindahkan mereka ke kolong atau pojokan rumah seperti Misty. Dia setia pada kardus dan alasnya, memastikan semua anaknya hangat dan bersih.

Chiko sudah tidak pernah nakal dan mengejar2 Nala lagi, dia juga baik sama anak2nya. Misty tetap judes, tapi tidak pernah main fisik 😁. Anak2 Nala mulai litterbox training dan -masya Allah- mereka langsung faham dan tertib. Tidak seperti anak2 Misty yang bikin kepala saya cenat-cenut dan tensi naik selama masa training.

I love Nala & her babies so so so much 😘

Kenalkan: Soekidjat, Kelly, Miu & Koko 😄

Akhirnya Masuk Pasar Juga

image

Dari dulu, saya paling payah soal dagang. Gak ada bakat samasekali. Nawar harga aja nggak bisa, apalagi nawarin barang? Dan sales people adalah kelemahan saya karena nggak bisa dan nggak enak buat nolak. Kalo lagi di supermarket, kayak main maze – cari gang yang nggak ada SPG-nya 😓 biar nggak diledek suami gara-gara beli barang yang nggak perlu akibat ngerasa nggak enak sama yang nawarin barang *haaaiiissshh.

Lalu, punya facebook udah lama, ya cuma untuk komunikasi sama temen-temen yang jauh di mata dekat di hati. Orang-orang yang saya kenal mulai jualan online dari bertahun lalu. Saya nggak pernah tertarik, secara nggak bisa. Tapi ini adalah sistem dagang yang paling nyaman, menurut saya – meskipun rentan penipuan dan ketidakpuasan konsumen. Nyaman karena ga diikutin SPG pas milih barang dan ga dipaksa buat beli juga. Bahkan makin kesini makin psikologis jualannya. Fotonya bagus-bagus dan secara tidak sadar ya bikin orang pengen beli tanpa harus dipaksa 😁

Akhirnya, didorong kebosanan akut dan meningkatnya harga-harga sembako, saya pun mulai memberanikan diri untuk berdagang. Diawali dari bikin tote bag kanvas satuan dengan custom design, sampe sekarang segala macem dijual. Bahahaha… Juga, tadinya saya cuma berani promosi sedikit-sedikit lewat sisipan Instagram dan lingkaran pertemanan. Sekarang, saya sudah buka-bukaan di pasar online dan grup jual-beli. No pain, no gain. Teman saya yang sudah lama bisnis online bilang, “Nggak boleh gengsi atau malu kalau mau serius jualan.” Jadi, silakan… kunjungi “toko-toko” saya yang serabutan. Kalau ada yang menarik hati, kabari ;)

berikut ini lapak-lapak saya:
Tas Kanvas Ku
Pretty Feet
Kaos Anak Soleh

Ada juga jumper hoodie, jaket, dan kaos polos yang belum berlapak. Silakan 😁😁